
Perpisahan Singkat yang Membantu Anak Merasa Aman
Panduan praktis menjalani perpisahan singkat melalui penjelasan konkret, ritual pamit yang konsisten, dan latihan bertahap bersama pengasuh tepercaya.
Ringkasan untuk Mommy
Rasa berat saat berpisah bukan tanda anak manja. Anak sedang belajar bahwa orang yang ia sayangi tetap ada meski tidak terlihat dan akan kembali. Penjelasan konkret, ritual pamit yang konsisten, serta latihan bertahap membantu perpisahan menjadi pengalaman yang dapat diprediksi.
Beri gambaran tentang pergi dan kembali
Sebelum berpisah, sebutkan siapa yang akan menemani anak, kegiatan sederhana yang mungkin dilakukan, dan penanda waktu yang mudah dipahami. Gunakan urutan seperti ‘Setelah makan siang dan tidur, Mommy menjemput’ daripada menyebut jam yang belum dipahami anak. Ceritakan pula satu kegiatan hangat yang akan dilakukan bersama setelah bertemu kembali.
Pamit singkat tanpa menghilang diam-diam
Buat ritual yang sama setiap kali, misalnya simpan tas, peluk, ucapkan satu kalimat, lambaikan tangan, lalu pergi dengan tenang. Menghilang saat anak lengah dapat membuatnya semakin waspada pada perpisahan berikutnya. Hindari memperpanjang pamit berkali-kali; pengasuh tepercaya dapat mengalihkan anak ke kegiatan yang sudah disiapkan.
Latih bertahap dan amati kebutuhan bantuan
Mulailah dari waktu singkat bersama orang yang sudah dikenal, kemudian tambah durasi setelah anak memiliki beberapa pengalaman bahwa orang tua selalu kembali. Benda kesayangan yang aman boleh dibawa jika membantu. Cari dukungan tenaga kesehatan bila rasa cemas sangat berat, berlangsung lama setelah ditinggal, menghambat sekolah atau aktivitas sehari-hari, atau terus menetap selama beberapa minggu.
Yang dapat Mommy lakukan
- 1
Jelaskan rencana dengan kalimat konkret: siapa yang menemani, apa yang akan dilakukan, dan kapan Mommy kembali.
- 2
Gunakan ritual pamit yang sama dan singkat—misalnya peluk, lambaikan tangan, lalu pergi tanpa menghilang diam-diam.
- 3
Mulai dari perpisahan pendek dengan pengasuh tepercaya, lalu tambah durasinya bertahap sambil menepati janji kembali.
Penjelasan dirangkum untuk penggunaan praktis keluarga. Baca materi asli untuk konteks selengkapnya.
Buka sumber UNICEF Parenting — How to manage your child's separation anxiety ↗